Ragam Colokan Charger Mobil Listrik
Di Indonesia, mayoritas mobil listrik pabrikan Eropa, Korea, dan Jepang menggunakan standar colokan CCS2 (Combined Charging System 2) untuk Fast Charging DC dan Type 2 untuk Slow/Medium Charging AC.
Konektor GB/T Standar Tiongkok
Mobil listrik seperti Wuling Air EV standar menggunakan port GB/T AC, sedangkan beberapa model impor memerlukan adaptor khusus ke Type 2 atau CCS2.
Tanya Jawab Populer (FAQ Interaktif)
Klik pada setiap pertanyaan di bawah untuk melihat penjelasan lengkap dari tim ahli Go-SPKLU:
Apa perbedaan mendasar antara soket AC Type 2 dan DC CCS2?
Soket AC Type 2 menyalurkan arus listrik bolak-balik berdaya rendah hingga sedang (3,7 kW – 22 kW) yang diubah oleh on-board charger di dalam mobil. Sedangkan DC CCS2 menyalurkan arus listrik searah berdaya tinggi (50 kW – 350 kW) langsung ke sel baterai mobil untuk pengisian super cepat.
Apakah mobil yang memiliki port CCS2 bisa menggunakan colokan AC Type 2?
Bisa. Soket CCS2 pada mobil listrik dirancang secara 'Combo', di mana bagian atas soketnya adalah colokan AC Type 2 murni yang dapat langsung dicolokkan ke pistol charger AC Type 2 tanpa memerlukan adaptor apapun.